Monday, June 19, 2023

LINDU YOGYA #1

LINDU YOGYA

Goeltomo

Selama aku kuliah di Yogya, dari tahun 1976 sampai akhir 1981, rasanya enak2 aja. Semua nyaman. Kotanya aman, makanannya enak2 dan murah, teman2 baik2 semua, kuliah gak ada masalah, daaann..kiriman uang bulanan lancar...hehehe..

Tapi waktu anakku kuliah di kota itu, bencana datang berganti-ganti. Merapi meletus-letus dan gempapun gak mau ketinggalan...

Hari Kamis, tanggal 25 Mei 2006, teman sekantorku di Bank Mandiri Makassar, tiba2 ngajak main ke Yogya. Kebetulan besoknya, hari Jumat tanggal merah, adalah hari kejepit nasional. 

Temanku bilang, sambil tilik anak kita golf di Merapi. Dia juga lulusan dari Yogya, dan anak2nya juga sekolah dan kuliah di sana. 

Katanya lagi, gunung Merapi sudah mereda letusannya dan lapangan golf merapi sudah dibuka, setelah tutup kira2 sebulan.

Dengan semangat kami cari tiket untuk besok paginya, dan rencananya main setelah makan siang di sana.

Aku check in di hotel Novotel, persis di depan RS. Bethesda. Aku suka hotel ini karena makanan breakfast nya kurasa enak2, dan malamnya ada live music di bagian depan dekat lobby, yang kadang2 ada lagu bataknya..hehe..

Aku dapat kamar di lantai 4, menghadap ke perumahan di belakang, dan bisa mengintip gunung Merapi di kejauhan utara, yang asapnya masih mengepul- ngepul.

Aku rebahan sambil menelpon anakku, bahwa aku sudah di Yogya tapi nanti malam baru akan ke kostnya karena aku mau golf dulu sampai sorenya.

Kami mulai main habis makan siang. Lapangannya sepi sekali. Hanya ada beberapa orang yg main pagi, tapi yg barengan kami tidak ada. Hanya kami berempat, dengan 2 buggy car. Rasanya seperti raja minyak, dengan lapangan private.

Waktu di hole 5, tiba2 Merapi erupsi. Wedus gembel bergulung-gulung turun menebar debu. Kami berfoto ria dengan latar belakang sang Merapi yang lagi batuk, seakan dia kesedak menyambut kami, padahal kami ketawa-tawa gembira. Momen langka dengan jarak yang cukup jelas pemandangannya. Rupanya dia belum sepenuhnya istirahat.


Selesai golf aku balik ke hotel untuk mandi, dan bergegas ke tempat kost anakku di daerah Pring Sewu, gak jauh dari De Britto. 

Setelah kami makan di luar kemudian ngobrol di teras kost anakku sampai sekitar jam 10 malam, dan aku pamit balik ke hotel.

Di lounge lobby hotel, seperti biasa, live music sedang main. Tamu yang nonton hanya beberapa, aku tergiur untuk mampir. Aku menikmati lagu2nya sambil minum bir. 

Kira2 jam 12 aku mulai ngantuk karena reaksi bir yang sebotol kecil dan rasa cape habis golf.

Aku tertidur dengan pakaian lengkap, karena rasa puyeng campur ngantuk tidak memberi kesempatan ganti pakaian. Yang kukeluarkan dari kantungku hanya HP, dan yang kutanggalkan hanya kacamata dan sepatuku. Lainnya masih menyatu dengan badanku.

Kira2 setengan 6 pagi aku terbangun. Namun tidak bisa nyenyak lagi, jadi aku tidur2 ayam sambil membayangkan wedus gembel kemarennya. 

Sekitar jam 6 tiba2 hotel terguncang sangat dahsyat. Suara kreok-kreok terdengar sangat kuat dari guncangan bangunan hotel. Plafon kamarku rontok, berhamburan diatas tempat tidur dan lantai.

Segera aku sadar ternyata ada gempa. Secara reflek aku terbangun dan langsung lari ke bawah meja yang ada di kamar itu untuk berlindung. Kupikir Merapi yang mengamuk, tapi merasakan goncangannya sangat beda. Ini seperti merontokkan pohon untuk mengambil buahnya. Sangat kuat. Rontokan plafond masih berjatuhan, bahkan tv pun jatuh di dekatku. Waktu berlari dari tempat tidur ke bawah meja saja aku tidak bisa lurus. Aku terhuyung ke kiri dan ke kanan.

Sangat mencekam...


BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment

JUDUL NOVEL

KISAH PEREMPUAN BAU LAWEYAN # 1

Kisah Perempuan Bahu Laweyan Yang Menikahi 9 Laki-laki  #01 WAJAHNYA tampak segar. Dia baru mandi dibawah pancuran air gunung Penanggungan. ...

POSTING POPULER