Home   Barokah   Hijriyah   Kesadaran   Ketenangan   Tawadhu'   Fitrah   Kepemimpinan   Sukses   Cinta   Musibah   Mental   Iklas  

Sunday, October 22, 2017

Ungkapan Syar'i

Mungkin kita sering mendengar kata-kata semacam  Ukhti, akhi, akhwan, ikhwan dalam film-film Indonesia yang dalam beberapa tahun ini banyak mengangkat tema kehidupan Islami. Dan tidak dapat dipungkiri kehadiran film-film tersebut turut mengenalkan kata atau kalimat-kalimat ‘Islami’ tersebut di lingkungan pergaulan masyarakat umum.

1. Assalamu’alaikum
Sebagai seorang muslim ketika bertemu dengan sesama Muslim sebaiknya memang saling mengucapkan salam, karena dalam setiap salam tersebut banyak mengandung do’a. Ketika mendapat salam tersebut, kemudian kita akan membalasnya dengan kalimat Wa’alaikum Salam atau juga dapat ditambahkan dengan Warrahmatullahi wa barakatuh.

2. Ukhti
Arti kata ukhti adalah saudariku, digunakan untuk panggilan seseorang kepada seorang perempuan (tunggal).

3. Akhwat
Arti dari akhwat adalah sama seperti ukhti, Hanya saja kata akhwat digunakan kepada perempuan dalam bentuk jamak (lebih dari 1).

4. Akhi
Arti dari kata akhi adalah saudaraku. digunakan untuk panggilan seseorang kepada seorang laki-laki (tunggal).

5. Ikhwan
Arti dari Ikhwan sama seperti akhi. Hanya saja Ikhwan digunakan untuk panggilan kepada laki-laki dalam bentuk jamak (lebih dari 1).

6. Syafakillah dan Syafakallah
Arti dari syafakillah dan arti dari syafakallah adalah semoga Allah menyembuhkanmu. Kata ini digunakan ketika kita bertemu atau mendapati seseorang dalam keadaan sakit. Perbedaan antara Syafakillah dan Syafakallah terletak pada penggunaannya. Syafakillah untuk perempuan, sedangkan Syafakallah untuk laki-laki.

7. Barakallahu
Arti dari Barakallah atau Barakallahu adalah “Semoga mendapat berkah dari Allah.”

8. Syukran
Arti dari syukran/syukron adalah Terima kasih, kata ini digunakan untuk menunjukan rasa terima kasih kita terhadap pertolongan atau kebaikan orang lain. dan Jawaban dari Syukran adalah Afwan yang artinya adalah Sama-sama. kata syukran biasa juga ditambahkan menjadi Syukran Katsiira yang artinya terima kasih banyak.

9. Jazaakumullah Khairan Katsiran
Untuk menunjukan rasa terima kasih terhadap seseorang kita dianjurkan juga untuk mengucapkan kalimat Jazaakumullah Khairan Katsiran yang memiliki arti semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan banyak.

Kalimat ini lebih baik untuk digunakan, karena selain menunjukan rasa terima kasih. Ucapan ini juga mengandung do’a.

10. Tafadhdhal
Kata ini digunakan untuk mempersilahkan seseorang. Arti dari kata tafadhdal sendiri adalah “silahkan”. dan digunakan kepada laki- laki atau umum.

11. Tafadhdhalii 
Memiliki arti yang sama dengan poin no 10. Hanya saja diperuntukan untuk perempuan

12. Mumtaaz
Kata mumtaaz adalah kata yang digunakan untuk memberikan pujian, Kata mumtaaz bisa diartikan Bagus banget, sempurna atau kereen.

13. Barakallahu Laka
Barakallahu laka adalah do’a untuk pengantin atau digunakan ketika kita mendapati dua orang yang melangsungkan pernikahan. Ucapan lengkapnya adalah 

“Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fi khoyr.”

yang artinya: Semoga Allah senantiasa memberkahimu dalam keadaan mudah dan dalam keadaan sulit, serta mengumpulkan kalian berdua senantiasa dalam kebaikan.

Ucapan Ultah Syar'i

Met miladSemoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan ditambah kekuatan untuk dapat bisa berdakwah di kampus lagi

Miladuki sa’idy
Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan disisa umur yang diberikanNya, semoga dapat menjadi wanita yang dirindukan oleh surga. Amin….

Barakallahu fii umrik yaa…
Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dalam segala urusan dunia maupun urusan akhirat

Barakallahu fii umrik
Semoga selalu diberikan kesehatan, selalu diberikan keberkahan, umur yang panjang, dan sukses terus, amin

Barakallah Fii Umrik – Arti dari Barakallah fii umrik adalah semoga mendapat berkah dari Allah dalam usiamu, Ucapan ini biasanya digunakan ketika mendapati seseorang sedang milad, atau dalam pergaulan kita disebut dengan ulang tahun. Orang- orang muslim ‘kekinian’sering mengucapkan barakallah fii umrik daripada mengucapkan selamat ulang tahun ataupun happy birthday. 

Adapun untuk jawaban Barakallah fii umrik sendiri adalah salah satunya dengan mengucapkan Wa fiika barakallah yang artinya Semoga Allah juga memberkahimu. 2 kalimat tersebut lazim digunakan di waktu- waktu lain selain ultah.

Kesimpulan Artikel 

Mengucapkan selamat ulang tahun, selamat milad, met milad, happy milad, yaumul milad ataupun ucapan selamat tahun bahasa Arab lainnya tidak ada tuntunanya dalam Islam. dan juga tidak ada pelarangannya secara jelas. 

Begitupun dalam do’a ulang tahun. Tidak ada yang namanya do’a ulang tahun Islami. Dalam Islam, yang ada adalah do’a meminta panjang umur dan keberkahannya. yang boleh digunakan kapan-pun, tidak terkhusus di hari ultah kita.

Yang terbaik adalah, Kita tidak membiasakan diri dengan perayaan ulang tahun yang bersifat hura- hura, mengandung kemunkaran dan pemborosan semata. Seandainya- pun kita ingin memperingati hari lahir kita. Peringatilah dengan cara Ber-muhasabah dan perbanyak mengucap rasa syukur dan meminta ampunan Allah SWT.

============

Thursday, October 12, 2017

Mental Orang Bahagia

Mental orang bahagia
( Power of sufi ).
Tulisan Erizeli Jely Bandaro

Teman saya di China bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu. Saya terkejut bagaimana dia bisa tahu ? Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang Jokowi, dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap Jokowi tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi. Kalau itu terjadi di China, orang itu sudah mati didepan regu tembak. Ini bukan karena presiden china tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga. Mencintai presiden adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependat dengan pemerintah. Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci.

Kamu tahu , katanya lagi, bahwa orang yang suka meletupkan kebencianya dengan kata kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya orang itu tidak bahagia. Lebih jauh lagi dia mengangap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya. Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain.Sifat rasis , merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia. Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar kotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.

Lantas bahagia itu apa ? Bahagia itu adalah persepsi yang kita bentuk sendiri untuk kembali kepada diri kita sendiri. Kalau persepsi bahagia menurut orang lain maka kita tidak akan bahagia. Contoh persepsi untuk bahagia harus seperit Budha, seberapa keras kita ingin seperti Budha kita tidak akan pernah bisa seperit Budha, Seberapa keras kita ingin seperti Nabi, kita tidak akan pernah bisa seperti Nabi. Mungkin bisa saja kita meniru tapi peniru orang lain tidak akan mendapatkan kebahagiaan. Mengapa ? karena cermin kita adalah orang lain, bukan diri kita sendiri. Seharusnya yang dijadikan dasar meniru bukan orangnya tapi mengambil hikmah dari keberadaannya

Lantas pada diri kita itu cermin nya apa ? Cermin diri kita adalah hati kita.  Semakin terbuka hati kita , semakin luas pemahaman kita terhadap diri kita sendiri. Sehingga kita bisa berdamai dengan kenyataan untuk terus memperbaiki diri  menjadi sebaik baiknya diri kita sendiri. Dengan persepsi seperti itu maka kita bisa menerima kasih, bisa menerima kebijaksanaan, bisa menerima hadiah, bisa menerima derita dengan berbagai sebab. Masalah bukanlah masalah karena  kita tidak mempermasalahkan. Penderitaan bukanlah penderitaan karena kita tidak merasakannya sebagai penderitaan. Duka bukanlah duka karena tidak merasakannya sebagai kedukaan. Kesenangan bukanlah kesenangan karena kita tidak merasakannya sebagai kesenangan. Apapun yang terjadi diluar kita , akan kita sikapi dengan hati yang terbuka.

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa china menyebut bahagia itu adalah Kai Xin. Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati. Kalau digabungkan menjadi “ Buka hati “. Artinya orang yang terbuka hatinya,  hidupnya akan lapang. Dihujat ,difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh. Hatinya terbuka untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia, itulah Presiden kamu, Dan yang membuat saya terharu, dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik. Itulah dia , karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertup, dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama tapi mengubah mental, mental orang bahagia. Selamat berbahagia semua....

Sunday, November 20, 2016

Banyak Orang Islam yang Tidak Islami

Oleh : Felix Siauw (Mualaf keturunan chines)
Banyak Muslim tapi sedikit yang ter-install Islam didalamnya.
Banyak yang ngaku Tuhannya Allah tapi menolak diatur Allah.
KTPnya sih Muslim, tapi kata-katanya “semua agama itu sama”, bila semua agama itu sama, saya nggak perlu repot memeluk Islam.
Katanya sih Muslim tapi giliran dibacain ayat dan hadits, dia protes “nggak usah terlalu fanatik lah! Indonesia bukan cuma Islam!”
Muslim itu mesti berani sampaikan apa yang Muhammad saw yakini,  bahwa Islam itu tertinggi dan tiada yang lebih tinggi selain Islam.
“Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama (Islam) yang benar” (QS 61:9).
“Agar Dia (Allah) memenangkannya (Islam) di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci” (QS 61:9).
Jadi Muslim kok minder ! Bangga dong punya Islam,
Islam itu makin banyak dipelajari makin membuat orangnya tawadhu !
Tapi belajar liberal dikit aja sudah bikin angkuh nggak ketulungan, merasa lebih tau dari ayat Allah lalu bilang “itu kan tekstual”
Merasa lebih pinter dari Muhammad lalu bilang “itu kan zaman dulu”
Syahadat itu artinya meniadakan selain Allah lalu mengakui Allah, bahwa selain Allah itu #Nothing dan #NggakPenting !
Jadi selain yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an dan perintahkan pada manusia, itu #Nothing dan #NggakPenting.
Jadi saya sudah pengalaman jadi tukang sinis pada Islam,  alhamdulillah Allah beri jalan kebaikan jalan perubahan. Saya bersyukur bisa mengenal Islam dan jadi Muslim. Bisa berubah dari pembenci Islam jadi -insyaAllah- pembela Islam.
Kita doakan aja yang masih sinis pada Islam justru jatuh cinta pada Islam, layaknya Umar bin Khaththab dan Khalid bin Walid
Bagi Allah tiada yang mustahil. Tugas kita hanya menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan selesailah tanggung jawab kita.
Sama seperti penolakan kita terhadap #MissWorld sebagai kampanye penolakan terhadap #PerangPemikiran.
Yang penting dakwah sudah tunai. Adapun semua hasilnya itu urusan lain. Proses dakwah bukan membalik telapak tangan,  ummat masih perlu banyak di-edukasi.
Rasul mengharap pada Makkah namun pertolongan datang dari Madinah.
Yang kita yakini sama, darimanapun itu, pertolongan Allah pasti datang tugas kita kini berbisik mesra dengan ukhuwah, agar turun pada kita kecintaan dari Allah,
meminimalkan dosa lalu bersemangat berdakwah,  karena dakwah ini masalah siapa yang bertahan lebih lama.
Akan datang masa dimana Allah menolong ummat ini,  dengan mengubah para pembenci Islam menjadi penolong agama ini !
Jangan bosan berdakwah
dakwah ! Karena itulah sarana hidayah. Yang sinis jadi suka, yang benci jadi sayang. Semua diawali karena dakwah
*Yes I am a Muslim and very proud of Islam*
✒ Oleh : Felix Siauw

Monday, July 4, 2016

Empat Madzab

Berikut sekelumit sejarah keempat mazhab ini dengan sedikit gambaran landasan manhaj mereka.

1. MazhabAl-Hanifiyah.

Didirikan oleh An-Nu’man bin Tsabit atau lebih dikenal sebagai Imam Abu Hanifah. Beliau berasal dari Kufah dari keturunan bangsa Persia. Beliau hidup dalam dua masa, Daulah Umaiyah dan Abbasiyah. Beliau termasuk pengikut tabiin , sebagian ahli sejarah menyebutkan, ia bahkan termasuk Tabi’in.
Mazhab Al-Hanafiyah sebagaimana dipatok oleh pendirinya, sangat dikenal sebagai terdepan dalam masalah pemanfaatan akal/ logika dalam mengupas masalah fiqih. Oleh para pengamat dianalisa bahwa di antaralatar belakangnya adalah:
1. Karena beliau sangat berhati-hati dalam menerima sebuah hadits. Bila beliau tidak terlalu yakin atas keshahihah suatu hadits, maka beliau lebih memlih untuk tidak menggunakannnya. Dan sebagai gantinya, beliau menemukan begitu banyak formula seperti mengqiyaskan suatu masalah dengan masalah lain yang punya dalil nash syar’i.
2. Kurang tersedianya hadits yang sudah diseleksi keshahihannya di tempat di mana beliau tinggal. Sebaliknya, begitu banyak hadits palsu, lemah dan bermasalah yang beredar di masa beliau. Perlu diketahui bahwa beliau hidup di masa 100 tahun pertama semenjak wafat nabi SAW, jauh sebelum era imam Al-Bukhari dan imam Muslim yang terkenal sebagai ahli peneliti hadits.
Di kemudian hari, metodologi yang beliau perkenalkan memang sangat berguna buat umat Islam sedunia. Apalagi mengingat Islam mengalami perluasan yang sangat jauh ke seluruh penjuru dunia. Memasuki wilayah yang jauh dari pusat sumber syariah Islam. Metodologi mazhab ini menjadi sangat menentukan dalam dunia fiqih di berbagai negeri.

2. Mazhab Al-Malikiyah

Mazhab ini didirikan oleh Imam Malik bin Anas bin Abi Amir Al-Ashbahi .Berkembang sejak awal di kota Madinah dalam urusan fiqh.
Mazhab ini ditegakkan di atas doktrin untuk merujuk dalam segala sesuatunya kepada hadits Rasulullah SAW dan praktek penduduk Madinah. Imam Malik membangun madzhabnya dengan 20 dasar; Al-Quran, As-Sunnah , Ijma’, Qiyas, amal ahlul madinah , perkataan sahabat, istihsan, saddudzarai’, muraatul khilaf, istishab, maslahah mursalah, syar’u man qablana .
Mazhab ini adalah kebalikan dari mazhan Al-Hanafiyah. Kalau Al-Hanafiyah banyak sekali mengandalkan nalar dan logika, karena kurang tersedianya nash-nash yang valid di Kufah, mazhab Maliki justru ‘kebanjiran’ sumber-sumber syariah. Sebab mazhab ini tumbuh dan berkembang di kota Nabi SAW sendiri, di mana penduduknya adalah anak keturunan para shahabat. Imam Malik sangat meyakini bahwa praktek ibadah yang dikerjakan penduduk Madinah sepeninggal Rasulullah SAW bisa dijadikan dasar hukum, meski tanpa harus merujuk kepada hadits yang shahih para umumnya.

3. Mazhab As-Syafi’iyah

Didirikan oleh Muhammad bin Idris Asy Syafi’i . Beliau dilahirkan di Gaza Palestina tahun 150 H, tahun wafatnya Abu Hanifah dan wafat di Mesir tahun 203 H.
Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya . Kemudian beliu pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru . Di sana beliau wafat sebagai syuhadaul ‘ilm di akhir bulan Rajab 204 H.
Salah satu karangannya adalah “Ar-Risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al-Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Beliau mampu memadukan fiqh ahli ra’yi dan fiqh ahli hadits .
Dasar madzhabnya: Al-Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Beliau tidak mengambil perkataan sahabat karena dianggap sebagai ijtihad yang bisa salah. Beliau juga tidak mengambil Istihsan sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah dan perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan, ”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat.” Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah ,”
Kitab “Al-Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al-Karabisyi dari Imam Syafi’i. Sementara kitab “Al-Umm” sebagai madzhab yang baru yang diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al-Muzani, Al-Buwaithi, Ar-Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok,”

4. Mazhab Al-Hanabilah

Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani . Dilahirkan di Baghdad dan tumbuh besar di sana hingga meninggal pada bulan Rabiul Awal. Beliau memiliki pengalaman perjalanan mencari ilmu di pusat-pusat ilmu, seperti Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam.
Beliau berguru kepada Imam Syafi’i ketika datang ke Baghdad sehingga menjadi mujtahid mutlak mustaqil. Gurunya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Ia menguasai sebuah hadis dan menghafalnya sehingga menjadi ahli hadis di zamannya dengan berguru kepada Hasyim bin Basyir bin Abi Hazim Al-Bukhari .
Imam Ahmad adalah seorang pakar hadis dan fiqh. Imam Syafi’i berkata ketika melakukan perjalanan ke Mesir,”Saya keluar dari Baghdad dan tidaklah saya tinggalkan di sana orang yang paling bertakwa dan paling faqih melebihi Ibnu Hanbal ,”
Dasar madzhab Ahmad adalah Al-Quran, Sunnah, fatwah sahahabat, Ijam’, Qiyas, Istishab, Maslahah mursalah, saddudzarai’.
Imam Ahmad tidak mengarang satu kitab pun tentang fiqhnya. Namun pengikutnya yang membukukannya madzhabnya dari perkataan, perbuatan, jawaban atas pertanyaan dan lain-lain. Namun beliau mengarang sebuah kitab hadis “Al-Musnad” yang memuat 40.000 lebih hadis. Beliau memiliki kukuatan hafalan yang kuat. Imam Ahmad mengunakan hadis mursal dan hadis dlaif yang derajatnya meningkat kepada hasan bukan hadis batil atau munkar.
Di antara murid Imam Ahmad adalah Salh bin Ahmad bin Hanbal anak terbesar Imam Ahmad, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal . Shalih bin Ahmad lebih menguasai fiqh dan Abdullah bin Ahmad lebih menguasai hadis. Murid yang adalah Al-Atsram dipanggil Abu Bakr dan nama aslinya; Ahmad bin Muhammad , Abdul Malik bin Abdul Hamid bin Mihran , Abu Bakr Al-Khallal , Abul Qasim yang terakhir ini memiliki banyak karangan tentang fiqh madzhab Ahmad. Salah satu kitab fiqh madzhab Hanbali adalah “Al-Mughni” karangan Ibnu Qudamah.
Wallahu a’lam bish-shawab, wassalamu ‘alaikm warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber Perbedaan Antar Mazhab? : http://www.salaf.web.id

Sunday, July 3, 2016

Bersorban dan gamis

*PUKULAN TELAK "Cak Nun" UNTUK ORANG yang BERSORBAN dan BERGAMIS*

~ Walaupun seorang ulama atau kyai, tapi Cak Nun selalu berpakaian seperti layaknya orang biasa. Bisa dikatakan ganok bedane karo wong dodol akik, buruh pabrik atau sales kaos kaki.

“*Kalau saya datang dengan berpakaian gamis dan sorban, memang tidak ada salahnya. Cuman saya takut semua orang akan berkesimpulan bahwa saya lebih pandai daripada yang lain. Lebih parah lagi, kalau mereka berkesimpulan bahwa saya lebih alim...Kalau itu tidak benar, itu khan namanya 'penipuan'...!*"kata Cak Nun.

"Kalaupun memang benar, apakah akhlak itu untuk dipamerkan kepada orang lain (melalui pakaian)? Tidak boleh kan? Maka semampu-mampu saya, berpakaian seperti ini untuk mengurangi potensi '*penipuan*' saya kepada Anda. Anda tidak boleh mendewakan saya, me-Muhammad-kan saya, meng-habib-kan saya, karena saya adalah saya karena Allah menjadikan saya sebagai saya dan tidak karena yang lain. Maka Anda obyektif saja sama saya...” lanjut Cak Nun.

Menurut Cak Nun, seorang ulama harusnya bisa berpakaian yang sama dengan pakaian umatnya yang paling miskin. Cak Nun tidak mempersalahkan orang yang bergamis dan berserban. Malah salut sama mereka yang menunjukan kecintaannya pada Rasulullah dengan meniru persis apa yang ada di diri Rasul. Tapi perlu diketahui bahwa baju Rasulullah tidak sebagus dan sekinclong yang dipakai kebanyakan orang sekarang. Baju Rasulullah sendiri ada 3 jenis : yang dipakai, yang di dalam lemari dan yang dicuci. Dan semua orang Arab di jaman nabi, model pakaiannya seperti itu. Nggak cuma Nabi Muhammad..;Abu Jahal, Sueb, Sanusi, Atim dan orang Arab lainnya, model klambine koyok ngono iku.

Jadi sebenarnya sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso.

Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut
dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim : "Inni Kuntu Minadzolimin"*(aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh. Kalau ada orang yang mengaku paling benar atau alim, langsung tinggal mulih ae...ndang baliyo sriii...!*

"Kalau sama Tuhan kita harus 100%, kalau kepada ilmu kita, cukup 99%. Seluruh yang saya ketahui dan yakini benar itu belum tentu benar. Maka saya tidak mempertahankan yang saya yakini benar karena mungkin mendapatkanilmu yang lebih tinggi." kata Cak Nun.

Karena itulah saat bersama jamaahnya, Cak Nun selalu memposisikan dirinya sama, sama-sama belajar. Dan Cak Nun sendiri lebih suka pada jamaah yang sedang berproses daripada yang sudah ahli ibadah. Karena itu lebih tepat sasaran. Bukan pengajian pada orang yang sudah ngerti Al Quran, bukan pengajian yang menyuruh haji orang yang sudah berhaji, menyuruh ngaji orang yang sudah ngaji tiap hari, menyuruh orang shalat yang sudah shalat, dst.

"*Tidak apa-apa kalau ilmu agamamu masih pas-pasan, itu malah membuatmu menjadi rendah hati. Banyak orang yang sudah merasa tahu ilmu agama, malah menjadikannya tinggi hati,*" begitu pesan Cak Nun.

"Kalau saya kadang bicara pakai bahasa Jawa, jangan dibilang Jawasentris..saya cuman berekspresi sebagai orang Jawa..saya lahir dan dibesar di Jawa..diperintah Tuhan jadi orang Jawa...maka saya mencintai dan mendalami budaya saya..siapa bilang Jawa itu tidak Islam..kalau saya ayam saya nggak akan jadi kambing..kalau anda kucing jangan meng-anjing-anjing-kan diri..Kita memang disuruh Bhineka (berbeda-beda) kok..!

" Banyak orang salah kaprah menyebut Cak Nun sebagai penganut kejawen. Kejawen ndasmu... 'Software' Cak Nun lebih canggih karena laku tirakat luar biasa yang dilakukan sejak kecil. (Laku tirakat yang tidak bertujuan untuk menguasai ilmu hitam koyok mbahmu mbiyen). Sehingga beliau waskito, mempunyai sidik paningal, mempunyai pandangan yang tajam dan jernih soal kehidupan.

Little bit wagu kalau ada orang Jawa (atau Indonesia) yang malah membangga-mbanggakan budaya Arab atau Barat. Benci kebaya tapi nggak ngasih solusi bagaimana kebaya bisa Islami. *Ingat : Jowo digowo, Arab digarap dan Barat diruwat.*

JIKA ANDA MERASA ARTIKEL INI BERMANFAAT SILAHKAN SHARE !!!

Sumber: - Emha Ainun Najib -

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1052466398174628&id=10000233833877[disingkat oleh WhatsApp]

Tuesday, June 28, 2016

Tuntunan I'tikaf

Tuntunan utk i'tikaf ( apa2 yg sebaiknya kita lakukan / kt baca selama i'tikaf ) :
ITIKAF YUUUK 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN
Malam itiqaf & Do'a nya
(*) Niat itikaf Lillahi Ta'ala
(*) Masuk masjid&do'anya + langkahkan kaki kanan.
(*) Sholat Atahiyatul Masjid
(*) Sholat sunnat mutlak dua rakaat (Lailatul Qodar bacaannya: Rakaat kesatu dan kedua membaca Al-Fatihah & Al-Ikhlas (3x)
(*) SETELAH SELESAI SHOLI bacalah : 
(*) Istighfar : Astaghfirullahal adziim alladzi laailaaha illaahuwal hayyul qoyuum wa atuubu ilaih ( 100x)
Subhaanallah ,Alhamdulillah,wa laailaaha illallah. Allaahuakbar. (100 x)
(*) Laahaula walaaquwwata illaabillahil'aliyil adzim.
(*) Laailaahaillaa anta subhaanaka inni kuntu minadzoolimiin ( 11X)
(*) Sayidul istighfar
(*) Shalawat Kamilah
(*) Al-Fatihah
(*) Al- Ikhlas ( 3x)
(*) Al-Falaq
(*) An-Nass
(*) Ayat Kursi
(*) Surat Al-Qodhar ( 7x )
(*) Surat Al-Insiroh ( 3X)
(*) Surat Yaasin
(*) Al-Waqi'ah
(*) Serta do'a-do'a Al-Qur'an lainnya.
Selamat menunaikan ibadah Itikaf pada saat bulan puasa ,sebentar lagi.
Do’a Saat Lailatul Qadar
‘Aisyah pernah berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”
Bacaan Sayyidul Istighfar  :
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
"Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta"
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”