Sunday, September 29, 2013

Hidup Itu Ada Di antara Syukur dan Sabar

Takdir itu unpredictable dan unreasonable.
“Seorang istri yang menurut suaminya memiliki nilai 9.7 dari skala 10 memiliki suami yang memiliki nilai hanya 2.3. Suatu ketika sang suami pulang dari kantor dan menangis di hadapan istrinya, sang istri bertanya kenapa suaminya menangis lalu suaminya menjawab tadi di kantor ada pertemuan dan teman-temannya membawa istrinya dan dia menyadari bahwa istrinya adalah istri yang paling cantik. Istri tersebut mengerti bahwa sebenarnya suaminya menangis bahagia, dan istri tersebut ikut menangis, tetapi menangis sabar.” Setelah cerita ini selesai, aku menerima sms temanku kalau dia juga ikutan menangis tetapi menangis kesepet (hahahaha)

Aristoteles mengatakan “life is never flat”, hidup itu selalu fluktuatif antara sukses dan terpuruk. Penyakit orang sukses itu lupa diri, sedangkan penyakit orang terpuruk itu putus asa. Karena itu orang beriman selalu ada di antara syukur dan sabar. Ketika sukses dia mentok di syukur dan ketika terpuruk dia mentok di sabar. Karena itu orang beriman itu tidak pernah gagal dengan kesalahan yang sama.

Hidup itu harus diantara syukur dan sabar. Imam Gozali mengatakan bahwa “pintu surga itu seluas pintu syukur dan pintu sabar”. Jika dikaitkan dengan puasa, maka sebenarnya puasa itu mengandung filosofi syukur dan sabar. Ketika orang puasa, maka dia akan selalu berbahagia ketika mendengar adzan ini adalah simbol syukur dan ketika sedang menjalani puasanya dia akan sabar menahan diri dan ini adalah simbol sabar.

Syukur berarti menjadikan satu kesuksesan untuk meraih kesuksesan yang lainnya. Terkadang yang aku lakukan hanya Qana’ah yang berarti menerima apa yang sudah ada di genggaman dan memanfaatkan yang ada.

Ada beberapa indikator syukur.
1. Cinta. QS. Al-Baqoroh 165
“orang beriman itu landasannya sangat cinta kepada Allah”
Orang yang bersyukur selalu memiliki kekuatan cinta dalam melakukan apapun. Cinta itu membuat yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, dan cinta itu menjadi energi untuk kreatifitas.

2. Mujahadah (bersungguh-sungguh) QS. At-Taubah 105
Tugas kita dalam hidup itu adalah ikhtiar. Karena sukse dan berhasil itu adalah wilayah Allah. Tapi ikhtiar yang dilakukan harus masuk akal.

3. Doa QS. Al-Baqoroh 186
Dibalik kesuksesan kita pasti ada doa orang-orang yang mencintai kita. Terkadang sehebat-hebatnya ilmu dan logika manusia tidak dapat menandingi kuasa Allah.
Ada 3 kelompok manusia yang doanya mustajab, yaitu doa orang tua, doa orang yang di dzolimi dan doa orang-orang yang berpuasa.
Doa itu ada yang langsung dikabulkan ada juga yang ditunda. Jadi berdoalah karena setiap doa itu pasti dikabulkan. Jika pada akhirnya Allah tidak mengabulkan hal itu terjadi karena Allah tahu bahwa itu tidak baik untuk kita.

4. Khusyu. QS. Al-Baqoroh 45-46

“Bagi orang yang syulur dan sabar kematian adalah totally istirahat dari kepenatan dunia”

Hari ini aku belajar untuk menjalani hidup lebih baik.

No comments:

Post a Comment

JUDUL NOVEL

KISAH PEREMPUAN BAU LAWEYAN # 1

Kisah Perempuan Bahu Laweyan Yang Menikahi 9 Laki-laki  #01 WAJAHNYA tampak segar. Dia baru mandi dibawah pancuran air gunung Penanggungan. ...

POSTING POPULER